ilmu yg dicuri malam nie al T.o.T. PDSPK GMKI 2006

by Lisbeth Simanjuntak on Sunday, October 23, 2011 at 4:28am

Sebagaimana lasimnya jalur pendidikan, kita mempunyai 3 jalur pendidikan kader yaitu formal, informal dan non formal. Pola Dasar Sistem Pendidikan Kader GMKI Tahun 2006 adalah rumusan garis-garis besar sistem Pendidikan kader yang akan dilaksanakan oleh GMKI. Pola Dasar Sistem Pendidikan Kader merupakan strategi Pendidikan kader GMKI yang disusun secara sistematis, terencana, dan integralistik agar Pendidikan Kader GMKI dapat berjalan secara utuh, menyeluruh, dan terpadu dalam menghasilkan pemimpin yang memiliki profil kader yang memilki Spiritualitas yang di sebut dengan tinggi Iman, kader yang memiliki Integritas yang disebut dengan tinggi Ilmu dan kader yang memiliki profesional yang disebut dengan tinggi Pengabdian, berdasarkan Visi dan Misi organisasi untuk terwujudkanya perdamaian, kesejahteraan, keadilan, kebenaran, keutuhan ciptaan, dan demokrasi di Indonesia berdasarkan kasih.

Dengan demikian, Pola Dasar Sistem Pendidikan Kader ini akan memberi arah bagi pencapaian Tujuan Pendidikan Kader GMKI. Dalam pelaksanaannya, pola dasar ini memiliki fleksibilitas untuk melakukan adaptasi sesuai dengan keunikan organisasi, peta perkembangan kebutuhan kader, dan laju perkembangan medan pelayanan. Permasalahan dan DinamikaInternal Organisasi.Secara umum, saat ini GMKI mengadapi 2 permasalahan terhadap eksistensinya, permasalahan tersebut dapat dikelompokkan kedalam dua bagian yang pertama : Internal Organisasi. Apabila ditelaah secara serius, maka masalah utama GMKI saat ini adalah makin melemahnya posisi dan peran organisasi. Kondisi ini paling tidak menggambarkan dua hal penting, yakni: pertama: secara internal kondisi ini akan berdampak pada mandeknya aktivitas organisasi, dan kedua: secara eksternal akan menyebabkan lemahnya tanggung jawab sosial dan pelayanan GMKI di medan pelayanannya.

Beberapa permasalahan dimaksud antara lain: pertama: kesenjangan dan mandeknya komunikasi antar-struktur dan dengan anggota telah menyebabkan tidak efesien dan efektif manajemen organisasi; kedua: kultur feodalistik yang menyimpan potensi konflik, baik laten maupun manifest dalam organisasi; ketiga: menurunnya tingkat partisipasi anggota baik karena konflik ataupun tingkat kesibukan kampus; dan keempat:makin menurunnya upaya anggota dan pengurus untuk memahami secara baik dan benar nilai-nilai kedirian organisasi. Keempat hal ini paling tidak merupakan permasalahan yang dominan dan sangat mempengaruhi aktivitas organisasi saat ini. Selain itu, permasalahan lain ialah bentuk organisasi yang berpengaruh pada sistem manajemen organisasi yangtelah menyebabkan kemandegan pada keputusan/kebijakan strategis organisasi (melemahnya posisi dan peran organisasi), terlebih pada aktivitas cabang-cabang GMKI. Selain masalah manajemen, sumber daya manusia organisasi yang berkaitan dengan ketrampilan kepemimpinan dan kemampuan akademik dalam mengelola organisasi dan memecahkan masalah medan pelayanan GMKI adalah masalah yang harus ditangani secara serius, karena dalam pelaksanaan tugas-tugas organisasi faktor kepemimpinan dan kemampuan akademik akan digunakan sebagai standar untuk mengukur kehadiran dan partisipasi organisasi di gereja, masyarakat dan perguruan tinggi. Pemetaan terhadap seluruh kondisi ini menggambarkan dinamika organisasi yang tidak seimbang dalam manajemen organisasi, dengan demikian diperlukan keseriusan organisasi ini untuk melakukan langkah-langkah affirmative untuk penyelesaian yang efektif dan efisien.Permasalahan Kedua : Eksternal Organisasi. Perkembangan globalisasi yang mendorong laju percepatan pembangunan secara sadar telah menciptakan perubahan yang besar dalam perkembangan gereja, masyarakat, dan perguruan tinggi.Perkembangan globalisasi yang melahirkan lebih besar peran neo-liberalisme telah mempengaruhi perkembangan berbagai aspek kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan gereja, masayarakat, dan perguruan tinggi. Konsekwensi logisnya adalah GMKI akan menghadapi tantangan baru yang lebih kompleks dan menuntut pola penyelesaian yang relevan. Dalam medan Gereja fundamentalisme muncul sebagai respons dan kritik terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai dampak globalisasi dan pada sisi lain menjadi musuh pluralisme. Oikumenesime justrumenjadi tantangan bagi gereja sendiri untuk mewujudkannya akibat terjadinya perpecahaan didalam tubuh gereja itu sendiri artinya gereja sendiri belum tuntas dalam mewujudkan nilai-nilai Oikumenenisme.

Permasalahan yang sangat dirasakan umat gereja adalah semakin dikengkangnya kebebasan beribadah umat, pemimpin gereja yang diharapkanmampu menyuarakan suara kenabian terhadap permaslahan ini justru diam menutup mata, telinga dan mulut. Dalam medan pelayanan masyarakat, berbagai permasalahan yang terjadi telah menyebabkan pergeseran pada bidang sosial, budaya, politik, dan juga kesenjangan ekonomi dan lemahnya keteladanan hukum dalam masyarakat. Akar semua permasalahan ini bersumber dari tidak seimbangnya sistem pengelolaan pemerintahan yang lebih berorientasi kekuasaan dibanding strategi pemberdayaan masyarakat. Hal ini yang harus dijawab GMKI melalui kader-kadernya atas panggilan iman terhadap lingkungannya.PDSPK GMKI 2006 adalah instrumen untuk melaksanakan pendidikan kader formal. ToT PDSPK adalah proses training terhadap pelatih PDSPK (pendidkan kader formal) untuk memiliki komptensi tertentu. Jadi setelah mengikuti Tot diharapkan mereka bisa:
1. Menyusun instrumen teknis implementasi PDSPK berupa silabus dan RPP
2. Mengorganisir pelatihan PDSPK
3. Menjadi fasilitator pelatihan Oleh karena itu yang dilakukan dalam ToT adalah melatih anggota untuk memiliki 3 kemampuan diatas.

Comments

Popular Posts