Yudas Iskariot murid yang paling percaya Yesus

Menurutmu siapakah murid Yesus yang sangat percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat manusia? Jawabku adalah Yudas.
Dari runut cerita tentang Yesus dalam Alkitab, terutama ketika peristiwa hari raya Paskah dimulai. Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. Yesus sudah tau bahwa semua muridNya baik mengikutNya namun tidak semua bersih.  Pertanyaan Yesus kepada muridNya "Mengertikah kamu, apa yang telah ku perbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan" ~ "Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia".
Namun hingga kalimat itu, masih saja muridNya ada yang ragu dengan maksud Yesus, walaupun sudah sering bersama Yesus dan melihat keajaibanNya.

Yudas menjual Yesus kepada imam-imam besar ~ Yudas dengan percaya diri bahwa Yesus akan membuat keajaiban jikalau nantinya akan diserahkan kepada imam-imam itu, seperti halnya berjudi dikira Yudas bahwa keajaiban Yesus akan membuat dia untung nantinya tanpa memikirkan resiko nantinya.

Yudas di Getsemani ~ Permintaan Yesus kepada muridNya saat ingin berdoa "HatiKu sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku". Namun murid itu tertidur dan Yesus berkata "Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam dengan aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan, roh memang penurut, tetapi daging lemah."
Ya, Yudas masih menantikan keajaiban yang akan segera terjadi sehingga dialah yang tetap berjaga-jaga hingga dia menyerahkan Yesus.

Yudas makin kacau setelah memberikan Yesus, apalagi ketika Yesus tidak berontak, tidak melakukan perlawanan dan malah memberi diriNya. Yudas merasa resikonya ternyata tak sebanding dengan uang 30 dinar yang dia terima. Penyesalan yang memang selalu datang kemudian, membuat Yudas mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Penyesalannya sungguhlah besar seperti penantiannya pada sebuah keajaiban Tuhan.

Comments

Popular Posts