13 - 3 - 2015

Hari ini badanku lebam lagi, jatuh dari tangga. Imajinasi yang terlalu muluk-muluk membuat badanku harus memar. Sudah ku hentikan berteriak kesakitan setiap luka baru ada muncul di badanku. Tak sanggup sendi tanganku menopang pedihnya luka ini. Ah tak tau lah mengapa semua serasa kosong dan tak berselera. Jam tidurku tak pernah normal lagi, aku butuh lagu sebelum tidur. 

Bisakah mimpi yang hadir beberapa hari ini berakhir? Bisakah dia dan suara aneh itu tidak muncul lagi? Badanku lelah menahan mata ajakan tertidur. Setiap malam yang sama dan setiap mimpi yang selalu terngiang seharian, membuat aku harus berjalan terseret-seret. Berhentilah meminta aku bertahan dalam situasi lama itu, karna itu bukan milikku, bukan bahagiaku. Ibu yang tak ku kenal suaramu, berhentilah memohon.

Jangan menari-nari dalam pikirku, karna aku tak ingin merasakan setiap jeritan luka yang lebam. Aku ingin tertawa pada diriku sendiri yang tak pernah bisa menenangkan jiwaku sendiri. Aku ingin menangis akan suara dalam mimpi yang memintaku menghampirinya. Terik matahari membuat badanku serasa gatal, sedih berpapasan dengan teriknya. Aku sangat lelah dengan imajinasi yang tak masuk akal ini.




Comments

Popular Posts