Cerita di malam tadi menjelang pagi

Cerita lucu tadi malam membuat tidurku lelap hingga pagi menyapa. 
Cerita 1 : Bulan, Neil Amstrong & Selamat
Seorang Bapak tua usianya sekitar 71 tahun membuat lelucon, namanya Pak Sirait dan untuk seterusnya dipanggil Tulang. Katanya begini : Neil Amstrong mendarat di bulan dengan selamat. Kemudian dia nanya orang sekelilingnya, dengan siapakah Neil Amstrong mendarat di bulan?
Anak-anak yang mengelilinginya menyahut : dengan selamat Tulang!
Namun satu diantara mereka menyahut dengan gelagat tidak sepakat, dia jawab : sendirian dia Tulang!
Si Tulang Sirait bilang : Ah kau ini, coba perhatikan kalimatku ini. Neil Amstrong mendarat di bulan dengan selamat. Pertanyaanku dengan siapakah Neil Amstrong mendarat di bulan?
Si anak yang satu memaksa jawabannya : sendirilah dia Tulang.
 Si Tulang menyerngit dengan memaksakan si anak memahami ceritanya : coba perhatikan lagi kalimatku ini. Neil Amstrong mendarat di bulan dengan selamat. Pertanyaanku dengan siapakah Neil Amstrong mendarat di bulan?
Sembari si anak tadi memintakan teman di sebelahnya menyetujui jawabannya, tapi temannya juga memaksa dia agar jawabannya : dengan selamat.

Cerita 2 : Spy yang gagal
Ada dua kelompok yang sedang bermusuhan, kelompok yang satu kita sebut kelompok X dan yang satu lagi kelompok Y. Dalam suatu moment, kubu tersebut berembuk di tempat yang berbeda.
Dalam Kelompok X terjadi diskusi seru soal penyerangan terhadap kelompok Y dengan cara yang tidak baik. Ternyata dalam kelompok X tersebut ada seorang anak yang sangat *polos. Ah anak tersebut mendengar kelompok tersebut membuat rencana jahat dan dengan polosnya dia lari dari kelompok X tergesa-gesa dan menemui kelompok Y.
Di kelompok Y, si anak yang polos bercerita soal strategi jahat kelompok X. Kemudian yang senioran dari kelompok Y menanyakan ke si anak polos itu: jadi kamu tau rencana ini dari kapan?. 
Dengan polosnya si anak polos tadi cerita kalau dia baru saja lari dari kelompok X dan langsung menceritakan kelompok X tadi.
Dengan dongkolnya si senior emosi dengan pelarian mata-mata yang gagal tadi sembari berkata : Kau ini, payah kali.

Cerita 3 : Mengajarkan Pembagian
Ini masih cerita Pak Sirait yang tua tadi. Katanya Tulang Sirait pernah punya anak angkat, namanya Carlito. Carlito sangat sulit belajar matematika, hingga suatu hari Tulang Sirait dipanggil ke sekolahnya Carlito dan meminta bantuan Tulang Sirait mengajarkan Pembagian ke Carlito.
Sepulang dari sekolah, Tulang Sirait pergi ke pasar dan membeli pisang. Sesampai di rumah, dipanggilnya Carlito untuk mengajarkan Pembagian. Dia ambil 5 pisang dan mencoba mengajarkannya bagaimana pembagian yang dia maksud.
Tulang : Carlito, coba kau bagi rata pisang ini untuk kita berdua.
Carlito : Iya Pak (sambil membagi pisang satu per satu). Satu untuk Bapak, satu untuk saya kemudian satu untuk bapak dan satu untuk saya. 
Si Tulang Sirait sudah merasa akan berhasil mengajarkan Pembagian, namun wajahnya tiba-tiba aneh karena Carlito bingung mau membagi pisang yang sisa satu lagi.
Tulang : Carlito itu pisang sisa satu lagi, kamu mau apakan coba?
Carlito dengan wajah berseri-seri menjawab : Buat Bapak saja satu lagi, tidak usah buat saya.
Tulang : *&^%$#@%^&()&^$



 

Comments

Popular Posts