Deja vu

Hidup penuh teka-teki seperti lagu Raisa, yang lebih sering aku mirip-miripkan dengan namaku jadinya Raisa Indriani. Mungkin karena aku ingin cantik seperti dia. Hahaha....

Yah, aku juga sering bertanya-tanya dengan kehidupanku sendiri. Seperti julukan security di kp kalau aku ada indra ke 7, bahkan ke 8. Bermula dari cerita bahwa aku kadang sudah mengetahui sebuah kronologi kejadian di sana, padahal itu hanya bagian dari mimpi yang pernah muncul dalam tidurku. Aku pun sering bertanya-tanya mengapa bisa terjadi seperti itu. Semisal aku mengetahui tata letak sesuatu dalam suatu tempat yang tidak pernah aku datangi atau belum pernah terlintas dalam benakku. Bahkan sampai kepada apa yang sedang dibincangkan orang dalam mimpi tersebut.

Aku pernah membaca sebuah buku yang menjelaskan kejadian seperti ini. Katanya ini seperti deja vu, bagian dari penggalan mimpi yang menjadi kenyataan. Sampai-sampai aku dan beberapa teman kelompok belajarku pas SMA jadi membuat sebuah kelompok dengan nama "deja vu". Kita bahkan menyebarkan ke siaran radio terkait nama geng ini. Menarik memang, teman-teman berbagi ilmu dan berbagi cerita.

Bahkan tahun lalu sekitar bulan September, ketika mas vic ngalami kejadian yang pernah dia lihat dalam mimpi dan menjadi kejadian nyata ketika pertemuan di Salatiga, dia sebut itu deja vu. Namun aku juga kurang paham dengan kondisi saat itu entah apa yang membuatku menarik kembali mencari istilah deja vu itu. Aku benar-benar terpesona dengan kata tersebut.

Bahkan ketika kondisi seperti deja vu itu aku mulai mendiaminya, karena merasa bahwa dalam deja vu itu, ada bagian yang harus membuatku konsentrasi dan seperti meminta pertimbangan untuk hal-hal selanjutnya. Tapi aku selalu menikmatinya. Ketika kejadian seperti itu terjadi, terkadang aku hanya tersenyum simpul saja.

^_^

Comments

Popular Posts